Mengasah Kepedulian Bermasyarakat

Perubahan sosial kemasyarakatan akan terjadi selama terus menerus setiap waktu. Permasalahan sosial yang terjadi saat ini merupakan dinamika kehidupan masyarakat yang senantiasa bergulir.

Pertanyaan yang paling mendasar adalah menuju ke arah mana perubahan tersebut? Apakah menuju ke arah yang lebih baik atau justru menuju keterpurukan? Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa yang notabenenya kaum intelektual untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Atas dasar hal tersebut, maka lahirlah sebuah organisasi berbentuk Unit kegiatan Mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk menciptakan transformasi sosial nilai-nilai kemasyarakatan. Organisasi ini bernama Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK) UPI.

Logo Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan UPI

Semenjak berdiri pada tanggal 28 Oktober 2000 silam, UKSK berperan aktif dalam menyikapi berbagai permasalahan sosial, baik internal maupun eksternal kampus. Terlebih UKSK tetap konsisten mengusung asas demokrasi, keadilan sosial, dan kesetaraan pada setiap praktik kerjanya.

Keanggotaan UKSK bersifat terbuka, artinya setiap mahasiswa UPI berhak ikut berpartisipasi dalam kegiatan UKSK, asalkan memiliki komitmen bermasyarakat. Setiap anggota nantinya terlebih dahulu mengikuti pembekalan materi, berupa dasar-dasar filsafat, analisis sosial, dan strategi pendidikan nasional.  Sampai saat ini, tercatat sudah 17 angkatan kepengurusan UKSK.

Pusat kegiatan UKSK, bertempat di Gedung PKM lantai 2 nomor 23 Kampus UPI Bandung. Adapun kegiatan UKSK di tataran internal kampus adalah diskusi rutin  membahas tentang berbagai permasalahan sosial terhangat yang dilakukan setiap Hari Selasa. Selain diskusi rutin, UKSK kerap melakukan pendampingan terhadap mahasiswa yang memiliki permasalahan kampus dan aktif menyikapi berbagai isu kampus.

Sedangkan di tataran eksternal kampus, UKSK hampir setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan insidental, salahsatunya adalah Ham in Focus. Rangkaian kegiatan cakupan nasional ini, berupa seminar tentang dinamika Hak Asasi Manusia di Indonesia, pelatihan bagi guru-guru dalam mempraktikan HAM di sekolah, lomba menulis esai, dan konser seni bertemakan HAM di Indonesia.

“Melalui kegiatan Ham in Focus, UKSK berusaha menggelorakan dan berperan pro-aktif dalam menjunjung HAM di Indonesia”. Tutur Resa Pratama, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2009.

UKSK pun kerap bekerja sama dengan berbagai organisasi lain untuk melakukan pengadvokasian terhadap masyarakat yang tengah memiliki konflik. UKSK tidak lupanya menyikapi berbagai isu nasional khususnya dalam bidang pendidikan. Dari mulai isu UU BHP, komersialisasi Pendidikan, mahalnya biaya pendidikan, dan banyaknya pengangguran terdidik di Indonesia.

Organisasi yang kini diketuai oleh Nur Hidayat Santoso ini, berhasil mencetak anggotanya menjadi praktisi pendidikan, wartawan, relawan masyarakat, aktivis lingkungan, dan peneliti di beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat.

“Pada dasarnya UKSK berusaha mengarahkan setiap anggotanya untuk mentransformasikan nalar kritis dan peduli terhadap kondisi masyarakat” ujarnya.

Bagaimanapun, kepedulian terhadap kondisi sosial harus tetap digelorakan, terutama bagi mahasiswa yang sejatinya dapat menjadi ujung tombak masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan.

0 Comments