Puisi Dade Embarkasi


Kepada Emak

ketika katakata belum pernah dipahami
langkah pun serupa seutas rumput
gontai dari tangan yang menuntun ingatan
sebatas asap atau kabut yang datang sewaktu
belum kuat untuk dipijak

ada tabrakan hebat di kepala pecahkan airmata
hambur lalu tumpah di bagian wajah
melewati bibir berkelit pasi dan bergetar nanar
bukankah tidak selalu kesedihan sebagai alasan
masih banyak cara memecahkannnya

dua puluh empat usia terlipat
belum satu lipat usia selimuti kakimu
janganlah kau menunggu dalam diam
di rumah yang  belum pernah di masuki
sebab diam bukanlah dirimu

kepergian belum saatnya tiba
masih banyak gelas yang belum kita miliki
satu lusin piring dan perabot yang berlarian
tak ingin disimpan dalam rebahmu yang terarah

Bandung, 2011

Dade Embarkasi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bendahara Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK) Periode 2006-2007. Dapat dikunjungi di laman dadesupriatin.wordpress.com.

0 Comments