Berlatih Menulis Sambil Ngabuburit


Bulan puasa sejatinya bukan dijadikan ajang bermalas-malasan bagi mahasiswa. Selain tentunya mendekatkan diri pada Sang Pencipta, kegiatan yang dilakukan pun harus tetap produktif. Menulis bisa menjadi kegiatan potensial mengisi waktu luang saat berpuasa. Seraya menanti waktu berbuka, setiap kegelisahan mahasiswa, dapat tercurah habis lewat untaian kata-kata.

UKM Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyadari betul bahwa kegiatan menulis dapat menjaga produktivitas mahasiswa saat berpuasa. Maka sebelumnya, dibutuhkan pelatihan praktis agar setiap mahasiswa memiliki keterampilan menulis. Demikian yang terekam dalam acara “Ngabuburit Progresif: Pelatihan Menulis Artikel”.

Acara yang dilaksanakan di Taman Barreti Kampus UPI, Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, dari Kamis (2/8) hingga Jumat (3/8) tersebut, mendapat apresiasi lebih dari mahasiswa UPI. Hal ini terlihat dari cukup banyaknya peserta yang berpartisipasi. Para peserta tersebut, berasal dari latar jurusan yang beragam.

Muhammad Vichi Rachman misalnya, ia berasal dari jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) UPI. Menurutnya, keterampilan menulis merupakan kegemaran semua kalangan dan bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang pekerjaan manapun. “Bisa aja kan nantinya saya jadi penulis sekaligus pengamat sepakbola”, begitu candanya.

Sementara itu, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Cintiana Ermalia memandang bahwa praktik kepenulisan ini tidak banyak didapat dalam perkuliahan. “Waktu kuliah kan biasanya banyak teori menulis, sedikit sekali belajar praktiknya”, ujarnya.

Setiap peserta kian antusias setelah dimanjakan dengan beberapa materi tentang kepenulisan yang dipimpin oleh empat orang fasilitator. Para fasilitator tersebut telah berpengalaman menulis artikel di berbagai media massa. Adapun bentuk penyampaian materinya cenderung semiformal dan lebih mengutamakan pada keaktifan peserta.

Pada hari pertama misalnya, acara dimulai pukul 14:00 WIB dengan materi Metode Berpikir Kepenulisan dan Mind Mapping yang dipimpin oleh fasilitator Fauzi Ridwan. Penyampaian materi oleh fasilitator hanya diberikan di awal kegiatan. Selanjutnya setiap peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan dihadapkan pada sebuah kasus persoalan.

Fasilitator lalu meminta tanggapan setiap peserta dengan rasionalitasnya. Materi kian menarik sebab setiap peserta memiliki berbagai sudut pandang beragam dari kasus tersebut. Terakhir fasilitator meminta untuk memetakan sudut pandang peserta (mind mapping) melalui secarik kertas.


Sementara itu, pada hari kedua, acara dimulai pada pukul yang sama. Kali ini Restu Nur Wahyudin memfasilitatori materi Penulisan Judul dan Sub Judul. Pada awal materi, fasilitator membawa sebuah skripsi dan opini media massa. Peserta diminta menilai lebih memahami membaca judul yang mana di antara keduanya. Fasilitator kemudian menjelaskan kriteria menulis judul yang baik. Setiap peserta lalu diarahkan membuat judul dan sub judul artikel.

Materi selanjutnya adalah Penulisan Paragraf dan Kalimat Efektif yang difasilitatori oleh Betta Anugerah dan Sany Rohendi. Dalam materi ini, Fasilitator menerangkan secara singkat tentang karakteristik bahasa jurnalistik. Peserta lalu ditugaskan memperbaiki beberapa kalimat tidak efektif. Selanjutnya setiap peserta mempraktikkan menulis kalimat dan paragraf efektif.

Pada materi terakhir, setiap peserta ditugaskan membuat sebuah artikel dan selanjutnya dievaluasi secara bersama-sama (self editing). Keceriaan tercurah dalam raut peserta setelah sanggup menulis sebuah artikel dengan sejumlah perbaikan. Kebermilikan acara kian terasa saat waktu azan menggema, di mana peserta dan panitia mengadakan buka puasa bersama. 

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan Muhammad Ma’ruf, tujuan dari acara ini adalah bukan diarahkan agar tulisan peserta dimuat di media massa, tetapi menempa pemikiran mahasiswa agar menggemari kegiatan menulis. “Harapan besar dari kami, para peserta dapat menyebar keilmuan yang berguna lewat tulisan” ujar Ma’ruf “Apalagi ini bulan puasa, selain ngisi waktu ngabuburit, bisa juga nambah-nambah pahala” tambahnya.

0 Comments