UKSK UPI Diskusikan Pilgub Jabar

Diskusi selasaan (15/1) UKSK mengangkat tema "Hitam Putih Pilgub Jabar"
Semarak pemilihan Gubernur (Pilgub) yang tengah mengeruak di Jawa Barat sejatinya harus dimaknai secara kritis dan objektif. Masyarakat jangan sekadar memilih tanpa disertai alasan yang jelas. Apalagi jika hanya terbuai janji dan popularitas semata. Demikian yang diutarakan Kelvin Prabowo saat menjadi pengantar diskusi Selasaan UKM Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK) Universitas Pendidikan Indonesia, bertajuk “Hitam Putih Pilgub Jabar”.

Diskusi yang dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UPI pada Selasa (15/1) tersebut, mendapat antusiasme dari setiap peserta. Diskusi pun cukup semarak sebab terdapat para calon anggota UKSK yang terdiri atas mahasiswa berbagai jurusan di UPI. Wacana hangat adalah semakin meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap pemimpin-pemimpinnya. Vichi Fadli Rahman mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga mengutarakan minimnya pemimpin yang turun ke akar rumput, “Wajar saja banyak yang golput, pemimpinnya saja jarang sekali terjun ke lapisan masyarakat”, ujarnya tegas.

Kelvin Prabowo (menggunakan pelantang)
tengah memberikan pengantar diskusi
Sementara itu Kenny Fahmi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia lebih menekankan pada kekuatan rakyat sebagai kunci pengawal demokrasi di Indonesia. “Secara pengistilahan, mereka kan wakil rakyat” kelakar Kenny, “Jadi wajar kalo rakyat berdaulat dan harus menuntut. Mereka kan wakil kita”, begitu tegasnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kelvin Prabowo yang berujar bahwa jangan sampai rakyat terkesan melayani wakil rakyat. “Seharusnya wakil rakyat yang menjadi pelayan rakyat, bukan sebaliknya”, imbuhnya. Kelvin pun menambahkan bahwa kita jangan sampai terpaku pada dinamika pemilihan semata, “Hal yang terpenting adalah pemberdayaan masyarakat di akar rumput”, tegasnya.

0 Comments