Meninjau Kembali UKT: Keputusan Menteri dan Respon Perguruan Tinggi

Oleh Dani Wardani*

Uang Kuliah Tunggal merupakan sebuah kebijakan tentang skema pembayaran pendidikan di perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2013. Dalam permendikbud No. 55 tahun 2013 dijelaskan bahwa UKT adalah sebagian Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemamuan ekonominya. BKT sendiri merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa setiap semesternya pada program studi di perguruan tinggi negeri. Berdasarkan BKT ditentukan melalui tiga aspek di antaranya capaian Standar Nasional Pendidikan Tinggi, jenis program studi, dan indeks kemahalan wilayah. BKT yang ditanggung mahasiswa tiap semesternya dikurangi atau ditambahkan jumlahnya berdasarkan perhitungan kemampuan orang tua mahasiswa dan besaran Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN). Skema inilah yang akhirnya menghasilkan subsidi antara pemerintah kepada masyarakat dan masyarakat kepada masyarakat lagi.


Kronologi UKT
Pada tahun 2012, DPR RI menetapkan dan mengesahkan Undang-Undang Perguruan Tinggi sebagai dasar hukum dalam pengelolaan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri. Salah satu aspek yang diatur dalam UU PT adalah pembiayaan pendidikan (UU PT pasal 88 dan 89). Kemudian Mendikbud menetapkan Permendikbud No. 55 tahun 2013 tentang biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal pada perguruan tinggi negeri di lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai turunan dari kebijakan tersebut.

Pertama kali UKT ditetapkan di lingkungan perguruan tinggi negeri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) masih berstatus Perguruan Tinggi Pemerintah (PTP) beberapa perguruan tinggi telah mendapat status Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH). UPI baru memperoleh status PTN BH pada bulan Februari 2014 lalu.

Terkait dengan bertambahnya Perguruan Tinggi yang berstatus badan hukum tersebut, terdapat pula perubahan isi dari pasal 3 dan 4 pada Permendikbud No. 55 tahun 2013 melalui Permendikbud No. 73 tahun 2014.

Kemudian baru-baru ini, Menteri Riset dan Teknologi Dikti mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang penundaan implementasi UU No. 73 tahun 2014 tersebut karena akan dievaluasi. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat pada aturan tersebut.

Respon Perguruan Tinggi
Sejak tahun 2013, penerapan UKT mengelami berbagai macam kendala teknis. Pada faktanya terdapat perbedaan implementasi kebijakan UKT di beberapa perguruan tinggi  negeri. Salah satunya adalah perbedaan sistem UKT antara UPI dengan UNPAD pada mahasiswa yang masuk melalui jalur ujian mandiri. Jika di UPI mahasiswa yang masuk melalui jalur ujuan mandiri masih dikenakan uang pangkal dan mendapatkan golongan UKT yang sesuai dengan BKT, tidak berdasarkan kemampuan orang tua mahasiswa, sedangkan di UNPAD mahasiswa yang masuk melalui jalur ujian mandiri diberi kesempatan untuk membayar kuliah menurut kemampuan ekonomi orang tuanya. Artinya UNPAD telah menerapkan sistem UKT pada seluruh mahasiswa barunya pada tahun 2013. Tetapi UPI hanya menerapkan UKT pada mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN.

Manajemen perguruan tinggi yang dilakukan untuk menanggulangi mahasiswa yang tidak mampu membayar kuliah pada sistem UKT pun bervariasi. Contoh yang paling dekat yaitu antara UPI dan ITB, ada tahun 2013 mahasiswa yang tidak bisa membayar uang kuliah harus dicutikan dengan dalih bahwa UPI tidak memiliki kewenangan dalam mengubah besaran uang kuliah yang ditetapkan pemerintah. Namun di ITB, orang tua mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan hingga mengajukan biaya yang sesuai dengan kemampuannya. Padahal jelas tertera dalam UU PT paragraf 2 tentang pemenuhan hak mahasiswa pasal 76 poin 2 yang berbunyi "pemenuhan hak mahasiswa dilakukan dengan cara memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, bantuan atau membebaskan biaya pendidikan dan atau pinjaman dana tannpa bunga yang wajib dilunasi setetah lulus dan atau memperoleh pekerjaan. Artinya tidak ada peluang bagi perguruan tinggi negeri untuk menghapuskan hak mahasiswa untuk berkuliah karena alasan biaya.

Pada tahun 2015 ini, kebijakan UKT pun masih diterapkan menyambut para mahasiswa baru terutama di UPI. Surat Edaran Menristek Dikti No. 01/M/SE/V/2015 tentang evaluasi menteri pendidikan dan kebudayaan yang berisi tentang penundaan implementasi Permendikbud No. 73 tahun 2014 dan beberapa beberapa peraturan lainnya ditanggapi dengan kebingungan dari para penyelenggara perguruan tinggi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyampaikan bahwa "surat edaran itu membingungkan para rektor PTN, sebab jika UKT dimoratorium maka standar biaya kuliah nama yang akan dipakai untuk mahasiswa baru. Sebab surat edaran itu tidak memberikan keterangan tentang uang kuliah baru". Mohammad Nuh menyampaikan, surat edaran tersebut dasar hukumnya tidak sekuat permendikbud. Sehingga para rektor tetap akan memakai UKT bagi mahasiswa baru.

Strategi Pananggulangan UKT
Menristek dikti sedang mengadakan evaluasi besar-besaran terkait dengan manajemen perguruan tinggi negeri. Para pemimpin universitas dituntut untuk melaporkan hasil penyelenggaraan program studi. Feeder Dikti merupakan program baru pemerintah yang diharapkan dapat menyalurkan informasi publik melalui media online. Meski begitu, Evaluasi Standar Nasional Pendidikan mengatur salah satunya tentang pembayaran pendidikan akan memengaruhi BKT. Memperoleh imformasi mengenai laoran penyelenggaraan program studi tersebut akan menjadi salah satu modal kuat dalam memengaruhi kebijakan UKT. Penggunaan UU keterbukaan informasi publik seharusnya dapat dioptimalkan pada pengamatan manajemen pendidikan tinggi terutama dari segi operasionalnya.

*Mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah, kelahiran Sumedang. Tertarik mengupas kearifan lokal di tanah pasundan.

3 Comments

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    ReplyDelete
    Replies
    1. KABAR BAIK!!!

      Nama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.

      Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.

      Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.

      Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

      Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan

      Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

      Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com

      Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.

      Sepatah kata cukup untuk orang bijak.

      Delete
  2. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    ReplyDelete