MEGA PROYEK JATIGEDE: PENDIDIKAN TERABAIKAN

“Hak setiap warga adalah mendapatkan pendidikan”
Selasa 18 Agustus 2015 adalah keputusan final dari Mahkamah Konstitusi bahwa mega proyek waduk Jatigede harus segera dilaksanakan dan penggenangan harus dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2015 dimulai dari desa Jemah Kecamatan Jatigede, Sumedang. Penggenangan dilakukan dengan memanfaatkan sungai Cimanuk. Pertanyaannya adalah apakah permasalahan di wilayah proyek itu sudah selesai sehingga pemerintah memutuskan penggenangan?

Tentu jawabannya adalah belum, berbagai sektor seperti ganti rugi yang disamaratakan dengan menggunakan konsep hak milik tanah mendapat 122 juta dan pecahan KK mendapatkan 29 juta. Ironi memang melihat akan banyaknya pengganguran di Indonesia mengingat bahwa mata pencaharian utama di wilayah genangan adalah petani. Selain sektor ekonomi ada pula sektor lainnya seperti cagar budaya, pendidikan, dll.

Pendidikan menjadi salah satu sektor penting untuk diperhatikan mengingat bahwa yang terkena dampak adalah sekolah. Sekolah yang terdata sebanyak 21 SD di 4 kecamatan dengan korban yang terkena dampak sebanyak 1906 orang (1705 siswa dan 201 tenaga pendidik dan non pendidik). Pendidikan diabaikan bukan hanya tudingan belaka, namun ini dilihat dari permasalahan basis yaitu tidak adanya relokasi desa genangan oleh pemerintah, ini juga berdampak pada tidak adanya relokasi kepada sekolah-sekolah yang tergenang.

Selain itu relokasi sekolah disesuaikan dengan arah minat pindah orang tua siswa yang memang konsep ini dirasa efektif bagi pemerintah. Namun, permasalahan yang hadir adalah bagaimana nasib 1705 siswa yang sudah melakukan KBM di sekolahnya masing-masing? Selain itu bagaimana pula nasib 201 tenaga pendidik dan non pendidik? Permasalahan ini justru diberatkan kepada pemerintah kecamatan untuk melakukan relokasi sekolah yang hingga sampai saat ini rencana pembangunan sekolah belum juga direalisasikan.
Sumber: elshinta.com
Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SD Cipaku dan kepala UPTD kecamatan Darmaraja, bahwa sebelum pembangunan sekolah selesai, siswa akan dititipkan di sekolah yang terdekat dengan desa kepindahannya, dan tidak terkena dampak. Tapi hal tersebut tidak efektif karena akan terjadi penumpukan siswa yang akan berdampak pada kondusifnya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal yang sangat penting adalah pembagian jam belajar bagi guru yang akan terjadi penumpukan di sekolah itu, karena tentunya harus menyelamatkan guru yang sudah sertifikasi lalu yang tenaga non kependidikan tidak jelas harus apa. Selain itu pada akhirnya siswa akan mengikuti jejak orangtuanya pindah. Kebanyakan orang tua siswa pindah ke desa Ujung jaya yang memang mempunyai banyak tanah kosong, namun pembangunan sekolah di sana belum direalisasikan. Selain itu mutasi guru pun belum ada kejelasan dari UPTD. Hal ini berimbas pada anak-anak yang harus menunda sekolah sampai bangunan selesai dan guru menjadi “pengangguran” sementara. 

Jadi, solusi dari pemerintah yang mengganti rugi dengan uang tanpa ada relokasi belum menjadi solusi yang bijak karena masih menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat dan berdampak pada sektor lainnya. Solusi untuk pendidikan tentang pembangunan sekolah setelah sudah pastinya warga bertempat tinggal, masih belum efektif.
Bagaimana sikap kita sebagai calon pendidik tentang pendidikan di wilayah Jatigede?

1 Comments

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    ReplyDelete