Mengkaji Bersama Beragam Fenomena Sosial di UKSK UPI

InilahKoran, Jumlah anggotanya memang tidak begitu banyak, namun UKM UKSK UPI tetap konsisten memberikan wawasan dan pandangan baru kepada mahasiswa khususnya di bidang sosial kemasyarakatan.

Setiap Selasa sore, lebih dari 20 mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berkumpul di salah satu tempat di lingkungan kampus. 

Mereka berasal dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), dan lainnya.

Mereka datang, tak lain untuk menghadiri agenda rutin yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKM UKSK UPI).

Di tempat itu mereka akan berbagi informasi mengenai masalah-masalah sosial yang sedang hangat jadi perbincangan khalayak. Misalnya, tentang kabut asap ataupun hal-hal menarik lainnya.

"UKM ini bergerak di bidang kajian penalaran, tapi fokusnya ke ranah sosial kemasyarakatannya. Jadi  yang dibahas dalam pertemuan UKSK ini tentang kemasyarakatan atau tentang fenomena sosial gitu lah," ujar Ketua UKM UKSK UPI, Nur Hidayat Santoso saat ditemui INILAH di kampus UPI, Rabu (4/11).

Dia mengatakan, UKM UKSK dibentuk pada 2000, kini memiliki kegiatan rutin yang diberi nama Diskusi Selasaan. Sesuai namanya, diskusi ini digelar setiap Selasa sore.

Dalam diskusi ini mereka akan membahas fenomena-fenomena sosial yang sedang hangat diperbincangkan, baik oleh media ataupun masyarakat. Misalnya seperti kabut asap, waduk Jatigede dan lainnya.

"Jadi diskusi ini tuh anggota UKSK bergilir jadi pembicara dan nanti didiskusikan. Misalnya minggu ini saya membahas kabut asap di Sumatera, kemudian nanti dibahas sama teman-teman yang hadir di forum itu minggu depannya ganti lagi tema," paparnya.

Diskusi Selasaan di PKM. Foto: Rivaldi
Mahasiswa UPI asal Kota Bekasi ini menambahkan, diskusi yang berlangsung selama tiga jam ini bertujuan meningkatkan wawasan setiap anggota UKM UKSK UPI. Sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan bisa membuka wawasan dan peka terhadap sesuatu yang sedang terjadi di sekitar mereka.

"Terkadang kan, ada anggota yang belum baca berita tentang kabut asap atau yang lagi ramai-ramainya di media, makanya di situ kita bahas untuk menambah wawasan setiap mahasiswa itu sendiri. Acara diskusi ini biasanya kita gelar di gedung PKM, atau di Taman Bareti UPI," terangnya.

Dia berharap, kegiatan sederhana yang dilaksanakan oleh UKM UKSK UPI ini, setidaknya bisa memberikan kesadaran kepada setiap mahasiswa terkait fenomena-fenomena sosial yang ada di sekelilingnya.

"Harapannya mahasiswa tetap bersama masyarakat dan berjuang bersama masyarakat untuk perubahan yang lebih baik lagi ke depan," pungkasnya.(rey)

0 Comments