Membuka Wawasan dan Berpikir Kritis

Dimuat di inilahkoran.com tanggal 9 November 2015

Mengikuti berbagai kajian sosial lambat laun dapat membuat seseorang lebih peka terhadap fenomena sosial di sekitarnya. Dari sana pula dia dapat menentukan sikap yang dianggap benar.

Ketertarikan Figia Putri R terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan Universitas Pendidikan Indonesia (UKM UKSK UPI), rupanya menjadikan dirinya jauh lebih kritis ketika menyerap isu-isu sosial di sekelilingnya.

Menurut mahasiswi UPI asal Cikampek ini, UKM UKSK UPI tidak hanya mengajak mahasiswanya untuk membuka wawasan mengenai fenomena sosial. Lebih dari itu UKM yang dibentuk pada 2000 ini, berharap seluruh anggotanya lebih peka dan peduli.

"Biasanya kan banyak nih, pemikiran-pemikiran yang ada di benak mahasiswa, nah, dengan adanya UKM ini bisa di dibagikan kepada teman-teman lainnya untuk berbagi dan mereka juga bisa baca kondisi kekinian tuh seperti apa sih," papar Kepala Departemen Pendidikan UKM UKSK UPI, Figia Putri R saat ditemui INILAH, Rabu (3/11).

Dia mengatakan, selama tiga tahun bergabung di UKM ini banyak manfaat yang dia dapatkan. seperti memperoleh informasi terbaru tentang isu-isu sosial, menambah teman, bertukar pikiran dengan sesama anggota, dan tentunya bisa belajar banyak tata cara berorganisasi.

Ika Pratiwi (Bendahara UKSK) menyampaikan orasi
di depan mahasiswa baru pada acara UKM Expo
"Manfaatnya banyak banget, saya sebagai mahasiswa bisa berpikir jauh lebih kritis, membuka wawasan yang tidak saya dapatkan di mata kuliah, nambah teman sudah pasti," ujarnya.

Disinggung mengenai kendala, mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini mengatakan, saat ini kendala yang dihadapi di UKM ini ialah, waktu untuk berkumpul. Mengingat anggota UKM UKSK UPI berasal dari berbagai jurusan dan memiliki kesibukan masing-masing.

Kendati begitu, para anggota UKM ini tetap berusaha untuk membagi waktu antara kuliah dan UKM tersebut agar hal ini keduanya berjalan lancar.

"Kalau kendala masalah waktu aja sih, karena kita kan mahasiswa suka berbenturan dengan waktu kuliah, tapi sejauh ini kita masih bisa untuk membagi waktunya kok," terangnya.

Dia berharap, ke depannya UKM UKSK UPI tetap ada sampai kapanpun, sebab UKM ini satu-satunya UKM di kampus UPI yang bergerak di bidang kajian penalaran yang memfokuskan diri di bidang kemasyarakatan.

"Sehingga dengan adanya UKM ini, mahasiswa jauh lebih peduli dengan yang ada di sekitarnya. Jadi awalnya, saya enggak tahu apa-apa tentang UKM ini. Lalu saya diberi tahu oleh pengurus himpunan mahasiswa, jika UKSK ini bergerak di bidang kemasyarakatan. Sejak dulu saya memang tertarik pada fenomena sosial. Akhirnya saya memutuskan bergabung," kata Figia. (rey)

0 Comments