Potret Generasi Muda UKSK

oleh Dani Wardani*

Sore itu, sembilan belas mahasiswa secara serempak dan tegas meneriakkan salam demokrasi sambil mengangkat tangan kirinya. setelah itu gelak tawa seperti lepas dengan sendirinya dan meramaikan taman dekat gedung Gymnasium UPI yang sepi. Beberapa mahasiswa tampak tersenyum lepas sambil saling bersalaman diiringi ucapan “selamat”. Barangkali sebagai tanda bahwa ada suatu amanat yang berhasil mereka selesaikan. Amanat yang berhasil mereka emban itu adalah menjadi panitia Pendidikan Tahap I UKM Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan UPI.

Ada yang berbeda di kepanitiaan Pendidikan Tahap I UKSK yang diadakan tanggal 18-20 Maret 2016 di Sekretariat Bersama. Perbedaan itu terletak pada komposisi panitia. Kepanitiaan PT biasanya didominasi oleh pengurus atau anggota yang memiliki pengalaman berorganisasi cukup di UKSK dan telah mengikuti PT II. Tetapi PT I kali ini justru dipimpin oleh anggota baru yang belum sampai tiga bulan menjadi anggota UKSK dan belum terlalu mengenal kultur organisasi di tingkat kampus karena sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa angkatan 2015.

Angkatan XVIII "Dasa Okta Alexa Fortis"

Ide untuk memberikan kepercayaan kepada angkatan ke 18 UKSK yang diberi nama “Dasa Okta Alexa Fortis” muncul atas dasar pembacaan kondisi objektif dan subjektif organisasi serta keinginan pengurus untuk memberikan transformasi pengalaman praktik pengorganisasian massa terhadap anggota baru. Kepercayaan itu kemudian diterima oleh angkatan Dasa Okta Alexa Fortis melalui Sam Khoiri sebagai ketua angkatan dan menghasilkan susunan panitia pelaksana PT I yang dipimpin oleh Ahmad Thariq sebagai ketua pelaksana dan Syta Rodiah Nurkalam sebagai Sekretaris pelaksananya.

Meskipun susunan kepanitiaan diamanatkan kepada anggota baru, pengurus tetap terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai anggota dari divisi-divisi yang ada agar anggota baru tidak terlalu kesulitan dalam melaksanakan fungsi-fungsi organisasinya. Pengurus diposisikan sebagai bagian dari kelompok yang turut mengambil peran sesuai porsi kerjanya. Pengurus diusahakan tidak menjadi sosok yang lebih tinggi dari anggota baru dalam proses pengambilan keputusan dan ikut memberi arahan apabila diperlukan.

Panitia PT I dan Angkatan Dasa Okta Alexa Fortis

Pada awalnya anggota baru mengalami kesulitan untuk saling menyesuaikan diri dan bekerja sama. Seringkali jumlah peserta rapat tidak lengkap baik itu peserta rapat yang merupakan anggota baru ataupun pengurus. Saling tunggu antar divisi pun terjadi dan menyebabkan beberapa tindak lanjut dari rencana-rencana rapat pun tidak terselesaikan.

Tetapi sebagai kolektif yang belum mampu bekerja sama, mereka pun adalah kolektif yang tidak pernah malu untuk bertanya. Anggota baru tidak pernah segan untuk menanyakan dan meminta bantuan jika ada hal yang kurang dimengerti. Zagitha dan Risma salah satu contohnya. Keduanya sangat rajin bertanya kepada Dayat tentang publikasi dan surat menyurat yang keduanya saling berhubungan. Zagitha pun pernah kebingungan ketika ingin mempublikasikan kegiatan melalui akun twitter @infoUPI tetapi ditolak karena tidak disertai dengan pamflet. Sementara Risma sampai lupa membuat surat undangan terhadap alumni yang rencananya akan dikirimkan melalui email. Tetapi berkat kebiasaannya yang tidak malu bertanya itu mereka mampu menyelesaikan segala persiapan seminggu sebelum waktu pelaksanaan kegiatan.

Selain sebagai kolektif yang tidak malu bertanya, mereka juga kolektif yang jarang mengeluh. Tidak pernah muncul kata “cape” ketika rapat walaupun begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ketika hari pelaksaan kegiatan tiba. Thariq dan Syta tampak seringkali ikut memberikan pertanyaan ataupun penjelasan apabila diperlukan. Begitu pun dengan Rifa dan Elsi yang harus bangun pagi untuk membeli bahan-bahan masakan. Sampai pada hari terakhir yaitu hari minggu Rifa dan Elsi membeli daun singkong yang disangka kangkung. Barangkali, salah sangka itu terjadi karena lelah yang tidak terlalu mereka pedulikan.

Melihat praktik kolektif ini, penulis teringat cerita yang mirip dengan gambaran angkatan ini dari salah satu alumni UKSK, Indriawan Suryapriatna. Ketika awal UKSK berdiri, angkatan pelopor melaksanakan pendidikan dari, oleh dan untuk angkatannya sendiri. Dari mulai panitia, peserta sampai pada pemateri diadakan secara swadaya. Bedanya, pemateri angkatan ke 18 ini berasal dari anggota UKSK yang sudah melaksanakan PT II UKSK dan masih mendapat intervensi dari pengurus. Selebihnya ada persamaan dari segi kepanitiaan dan konsep yang berasal dari angkatan sendiri dan tentu juga memiliki kepentingan yang sama yaitu demi kemajuan organisasi UKSK UPI.

Dikatakan sama karena peserta PT I yang berjumlah 10 orang  ini akan dimasukkan ke dalam daftar anggota yang termasuk dalam angkatan ke 18.  Dengan jumlah itu, anggota angkatan ke 18 UKSK kini berjumlah 27 orang (sudah dikurangi yang tidak lulus) yang terdiri atas berbagai jurusan di antaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Perpustakaan, Sosiologi dan Bahasa Jerman. Dengan begitu variasi mahasiswa yang terdaftar menjadi anggota UKSK berdasarkan asal jurusannya kian bertambah menjadi 14 jurusan.

Banyak sekali cerita dan torehan positif yang tampak dari kepanitiaan PT I kali ini. Walaupun masih banyak kekurangan, PT I yang mengusung tema “Membentuk Kader Militan” ini juga menampilkan sisi lain, yaitu ketika sebuah tema tidak hanya menjadi jargon atau sederet kalimat dalam proposal, tetapi makna dari tema itu juga terwujud dalam perilaku para pelaksana kegiatannya. Selain itu, angkatan ke 18 ini juga mampu membuktikan bahwa pengalaman yang kurang, latar belakang sebagai angkatan muda dan kurangnya pemahaman berorganisasi adalah kendala yang sebenarnya bisa diatasi oleh keinginan dan usaha yang kuat untuk belajar, kesadaran untuk berperan,  serta kolektivitas yang kuat. Segala usaha yang telah dikeluarkan itu kini tidak hanya dinikmati oleh satu angkatan saja, tetapi juga akan dirasakan oleh seluruh keluarga besar UKSK serta bagi siapapun yang ikut merasakannya. Seperti dalam sepenggal kalimat dibawah ini:

“Sebab kita bersukacita bukan karena memotong padi; kita bersukacita karena memotong padi yang kita tanam sendiri.” ― Multatuli, Max Havelaar: Or the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company
Sekretaris Jendral UKSK UPI, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Daerah. Pemuda asli Sumedang.

1 Comments

  1. UJIAN SERTIFIKASI KOMPUTER BANTU KERJA


    http://fgroupindonesia.com/pelayanan/ujian-sertifikasi
    https://youtu.be/-SQTKyNtiAk

    Deskripsi:
    Dalam dunia kerja setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian yang pantas dan sesuai bagi suatu perusahaan. Dalam prosesnya setiap calon pekerja hendaknya mempersiapkan berbagai macam keahlian dengan target timing yang telah diperkirakan. Sehingga pada saat pembukaan pendaftaran lowongan kerja, baik itu secara massal (job fair), expo, maupun non-masal kesempatan untuk apply kerja dapat dengan segera terpenuhi secara langsung.
    Kompetensi masing-masing calon pekerja menunjukkan kadar kemampuan yang akan menentukan suatu posisi dalam jenjang karir produktif.

    Untuk itu, dalam memenuhi keadaan tersebut, telah tersedia Ujian Sertifikasi Aplikasi Perkantoran yang membantu anda dalam :

    1) Bukti memiliki keterampilan skills komputer
    2) Proses aplikasi penerimaan lowongan kerja
    3) Hemat waktu dan ongkos total
    4) Ujian Sertifikasi Online (akses dari berbagai lokasi)
    5) Hasil Ujian Sertifkasi sehari sesudah dapat diambil

    Beberapa pilihan materi Ujian Sertifikasi yang telah terdata hingga kini diantaranya:
    1) Ms. Office (sepaket dengan Ms. Office, Word, Excel, Power Point dan Windows)
    2) Pemprograman Java, VB.NET, dan Database Mysql
    3) Desain Web (Php, CSS based)
    4) Desain Grafis (Coreldraw, Photoshop)

    Prasyarat:
    a. Mendaftar sebelum penentuan jadwal pelaksanaan.
    b. Memilih metode pelaksanaan (online / offline -ditempat).
    c. Memilih tipe ujian sertifikasi (lokal -indonesia / internasional -bahasa inggris).
    c. Submit foto warna 3x4 (2lbr), 2x3 (2lbr).
    d. Melengkapi kelengkapan administrasi diawal

    Address:
    FGroupIndonesia.com
    Jl. Parahyangan no.18,
    Komp. panghegar permai I,
    Ujung Berung, 40614 Jawa Barat,
    Bandung, Indonesia.

    Contact:
    Astri. SMS.WA 085795569337 / 085721261437
    BBM. 7CD59179 / 7DF95683


    FB : https://www.facebook.com/fgroupindonesia/
    Twitter : http://twitter.com/fgroupindonesia
    Google Plus : https://plus.google.com/114414655045459603522/posts

    ReplyDelete