Aliansi: Respons atas Tumpulnya Pergerakan Ormawa


Masalah, hal tersebut merupakan sesuatu yang mesti dimiliki oleh mahasiswa. Setidaknya, hal itulah yang dikatakan oleh salah satu petinggi di Universitas Pendidikan Indonesia. Kehadiran masalah adalah sumber bagi mahasiswa untuk melakukan suatu perubahan. Perubahan, apapun bentuk dan namanya selalu bersumber dari masalah dan solusi adalah hasil nyata bagi mahasiswa dalam mengatasi masalah. Lalu, apa masalah yang dapat diubah oleh mahasiswa saat ini? 

Secara kasatmata, masalah sepertinya selalu hadir setiap saat. Mulai dari permasalahan yang terjadi pada semua sektor kehidupan, semisal politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan lainnya, baik itu pada lingkup sektoral, regional, nasional hingga internasional. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa setiap masalah itu selalu mengalami kebuntuan untuk diselesaikan? Apakah diri kita yang terlalu malas dalam menyelesaikannya? Ataukah musuh yang semakin kuat? Atau memang kita selalu berjalan sendirian, sedang musuh selalu bersama hingga terciptanya satu basis kekuatan yang menghegemoni dalam setiap sektor?

Organisasi sebagai Alat Perjuangan
Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Ya, kemajemukan selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. Tentu hal tersebut bisa menjadi peluang, apabila dimanfaatkan dengan bijak.

Jika kita kontekskan dengan kehidupan kampus, tentunya setiap mahasiswa memiliki perbedaan, namun bisa disatukan oleh suatu hal. Hal tersebut bisa berupa tujuan bersama, masalah bersama, atau lain sebagainya. Dan, perbedaan tersebut bisa diwujudkan dengan kehadiran organisasi mahasiswa (Ormawa).

Setidaknya, ormawa dapat menjadi basis kekuatan dalam mencapai tujuan bersama. Namun, dengan masalah yang terjadi dalam kampus khususnya, apakah hal tersebut bisa diselesaikan oleh satu ormawa ketika masalahnya merupakan masalah bersama? Masalah UKT atau Uang Pangkal SM misalnya? 

Mungkin saja kita terlalu malas menyelesaikan salah satu –di antara sekian banyak-  masalah mahasiswa ini. Kita selalu merasa ormawa kita yang paling benar dan paling kuat basisnya. Tetapi, apa pernah kita berpikir, mungkin saja memang musuh terlalu kuat sehingga kita selalu kesulitan mencarikan solusi terbaik?

Logo Aliansi Mahasiswa UPI 
Ya, fakta bahwa musuh semakin kuat dan kita semakin lemah sudah terlihat. Lantas, apa kita akan menyerah pada kondisi seperti ini? Tentu tidak!

Jika ormawa selalu ingin menunjukkan eksistensinya, maka tunjukkan eksistensi tersebut secara bersama. Jika ormawa selalu ingin menyelesaikan masalah, maka lakukan secara bersama dengan ormawa lainnya. Kehadiran Aliansi Mahasiswa dalam menyikapi isu Seleksi Mandiri UPI yang mengandung muatan komersial adalah bukti nyata bahwa peliknya masalah yang menahun itu bisa kita carikan solusinya. Solusi yang tentunya tidak cukup bagi kita untuk membanggakan diri dengan pencapaian tersebut.

Reformasi Mei ’98 juga merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa tergabung dalam banyak organisasi, tetapi memiliki satu masalah yang sama pada otoriternya rezim Orba. Aliansi –atau apapun namanya- adalah praktik dari konsep kebersamaan, berjalan sendiri belum tentu menghasilkan solusi, berjalan beriringan setidaknya menghadirkan harapan.

*Ricky Pramaswara adalah Sekretaris Jenderal UKSK UPI periode 2016 - 2017

0 Comments