Rakyat Jabar Sambut HTN Ke 56


Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Koalisi untuk Revolusi Kebijakan Agraria (KuRKA) memenuhi area depan Gd. Sate, Rabu (21/9) siang ini.

Aksi ini untuk memperingati Hari Tani Nasional ke 56 yang jatuh pada 24 September mendatang. Keadilan dan kemakmuran rakyat atas tanahnya sendiri adalah hal pokok yang ingin disampaikan oleh massa aksi pada kesempatan ini. Hal ini diwujudkan dalam konsep Revolusi Kebijakan Agraria.

Dalam seruannya, Agustiana, sekjend SPP (Serikat Petani Pasundan) menuturkan, revolusi kebijakan agraria adalah perubahan yg menyeluruh dan substansial dari aturan tentang pola kekuasaan dan perencanaan dalam pengelolaan tanah.

Selain itu, Agustiana menuturkan bahwa masih minimnya pelibatan rakyat dalam perencanaan kebijakan tanah, serta maraknya industrialisasi lahan pertanian yang persis seperti praktik-praktik kolonialisme zaman dahulu.

Senada dengan Agustiana, Syafei ketua KuRKA, menyerukan pencabutan izin-izin yang tidak sesuai dengan semangat UUD '45. "Seluruh izin dan peraturan yang tidak sesuai dengan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 akan kita perjuangkan untuk dicabut" tegasnya.

Selain dari organisasi petani, aksi ini juga diikuti oleh berbagai organisasi pelajar, mahasiswa dan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat. (RP)

0 Comments