Ketentuan Umum Lomba Debat Politik UKM Fest UPI 2016


Debat Politik UKM Fest UPI 2016 menggunakan Sistem Debat Parlemen Asia (Asian Parliamentary Debate System). Kegiatan debat politik ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan UPI dalam rangkaian acara UKM Fest UPI 2016.

A. Penjelasan Sistem Parlemen Asia

1. Mosi Debat
Mosi adalah topik atau judul perdebatan yang akan diargumentasikan.

2. Tim
Terdapat 2 tim yang saling berlawanan, masing-masing terdiri dari 3 pembicara, terdiri atas:
- Pihak Pemerintah: pihak pemerintah adalah pihak yang berhak mendefinisikan, mendukung, dan mempertahankan mosi. Pihak pemerintah beranggotakan:
1) Perdana Menteri (PM) – membuka perdebatan, mendefinisikan konteks dan parameter debat, serta argumen-argumen pendukung kasus yang dibawakan oleh pihak pemerintah.
2) Wakil Perdana Menteri (DPM) – membantah sanggahan yang dinyatakan oleh pihak oposisi serta menegaskan kembali kasus dan klaim pihak pemerintah melalui argumen-argumen pendukung selanjutnya.
3) Government Whip (GW) – membantah sanggahan tim oposisi, menyampaikan resume, analisa mendalam, serta mempertahankan kasus, klaim, dan argumen yang telah disampaikan oleh PM dan DPM. Tidak diperkenankan membawa argumen baru.
- Pihak Oposisi: pihak oposisi bertugas menyampaikan argumen negasi dari mosi yang diperdebatkan serta membantah klaim, kasus, serta argumen yang disampaikan pihak pemerintah. Pihak oposisi beranggotakan:
1) Ketua Oposisi (LO) – Mengungkapkan respon terhadap argumen-argumen dan parameter kasus pemerintah, memberikan gambaran kasus oposisi, dan mempertanyakan mosi jika definisi dari mosi ini bisa dipertanyakan.
2) Wakil Ketua Oposisi (DPL) – Membantah argumen yang disampaikan DPM, dan memperkuat argumen oposisi.
3) Opposition Whip (OW) – menyampaikan analisa mendalam akan argumen dan sanggahan sebelumnya, tidak menyampaikan argumen baru dan menyampaikan resume singkat akan argumen dan klaim sebelumnya. Tidak diperkenankan menyampaikan argumen baru.

3. Waktu Pidato
Setiap pembicara disediakan waktu 5 menit untuk memberikan pidato. Satu orang dari setiap pihak (Pemerintah: PM/DPM), (Oposisi: LO/DLO) diberikan waktu 3 menit untuk memberikan sebuah pidato jawaban (kesimpulan). Tugas pembicara yang menyampaikan pidato jawaban adalah menyampaikan pidato dengan menggunakan sudut pandang juri, mengapa timnya harus menang.

4. Kriteria Penjurian
Sistem ini dinilai oleh sebuah panel juri yang beranggotakan 3 orang (direkomendasikan) atau lebih berdasarkan kriteria berikut:
1) Matter (40) – mengenai substansi debat, argumen, dan bukti-bukti yang disajikan, penalaran logis, dan penyampaian argumen.
2) Manner (40) – gaya penyampaian pidato, keahlian persuasi, dan tindakan peserta.
3) Method (20) – respon yang dinamik dari debat dan kesesuaian dari prinsip-prinsip debat.


B. Profil Perlombaan Debat Politik UKM Fest UPI 2016

1. Tema Besar: KEBIJAKAN KAMPUS UPI DAN KEBIJAKAN NASIONAL UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL

2. Deskripsi Singkat
Debat Politik UKM Fest UPI 2016 merupakan sebuah kompetisi bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Debat ini mengharuskan dua tim berkompetisi untuk menyampaikan pendapat dan argumentasi mengenai suatu tema atau mosi yang telah ditentukan sebelumnya. Kompetisi ini menggunakan format Sistem Parlementer Asia (Asian Parliamentary System), setiap tim terdiri dari tiga pembicara, dan membawakan pidato utama selama 5 menit, diikuti dengan pidato jawaban selama 3 menit, serta diperbolehkan adanya interupsi.

C. Rangkaian Acara Debat Politik UKM Fest UPI 2016

1. Technial Meeting
Technical Meeting ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2016 pukul 11-12.00 di Audit PKM. Technical Meeting ini dilaksanakan dengan tujuan memberi pemahaman kepada peserta mengenai teknik-teknik berdebat dengan menggunakan sistem Parlemen Asia, peraturan-peraturan kompetisi serta peraturan standar kompetisi debat. Perwakilan peserta diwajibkan hadir pada TM.

2. Kompetisi Debat
Debat Politik akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2016 pada pukul 13.00 s.d. selesai. Kompetisi ini menggunakan sistem gugur.

D. Format dan Peraturan Debat Politik UKM Fest UPI 2016

1. Format Kompetisi
Dalam kompetisi ini akan dinilai menggunakan kriteria penilaian yang ada. Perolehan poin menjadi paling penting karena menggunakan sistem gugur. tahapan sistem gugur seperti berikut.
- Perempat Final (8 tim)
- Semi Final (4 tim)
- Grand Final (2 tim)
Tim yang memenangkan babak Grand Final adalah juara Debat Politik UKM Fest UPI 2016. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Peraturan Debat
Dalam sebuah pertandingan debat, terdiri dari 2 tim (tim Pemerintah dan tim Oposisi). Sebuah tim terdiri dari 3 orang anggota. Sebuah tim dapat bertanding jika anggotanya lengkap, tim tidak dibolehkan mengganti atau menambahkan anggota selama pertandingan berlangsung. Tim terdiri dari Mahasiswa aktif di Universitas Pendidikan Indonesia. Tim yang tidak hadir dalam pertandingan, akan dianggap mengundurkan diri. Pertandingan debat dalam setiap babak akan dinilai oleh panel juri yang berjumlah ganjil. Pertandingan debat akan dihitung waktunya oleh seorang timekeeper (panitia). Urutan pembicara dalam pertandingan debat, yaitu:
1) Perdana Menteri (PM)
2) Ketua Oposisi (LO)
3) Wakil Perdana Menteri (DPM)
4) Wakil Ketua Oposisi (DLO)
5) Government Whip (GW)
6) Opposition Whip (OW)
7) Reply Speaker Opposition (Pidato Jawaban disampaikan oleh LO/DLO)
8) Reply Speaker Government (Pidato Jawaban disampaikan oleh PM/DPM)

3. Tahapan Persiapan
Ruangan pertandingan dan Match-ups akan diumumkan sebelum mosi debat dirilis. Mosi debat akan dirilis 30 menit sebelum debat dimulai dalam suatu babak tertentu. Dalam waktu 30 menit tersebut, tim diberi waktu untuk melakukan persiapan untuk membangun kasus mereka sebelum pertandingan dimulai.

Materi-materi yang telah dipersiapkan (Koran, Majalah, dsb) dapat digunakan dalam waktu persiapan. Tidak diperbolehkan adanya penggunaan media elektronik (HP, Laptop) saat mosi dirilis dan saat persiapan berlangsung. Materi yang telah dipersiapkan dapat dibawa dalam pertandingan, namun tidak dapat digunakan saat berpidato. Tim harus melakukan persiapan sendiri.

Saat mosi dirilis, tidak diperbolehkan adanya kontak antara tim dengan pelatih, guru, pemantau atau dosen dengan tujuan untuk membantu dalam proses persiapan debat. Untuk menghindari hal tersebut, alat komunikasi peserta dilarang untuk digunakan dan untuk sementara akan dikumpulkan pada LO masing-masing tim selama masa persiapan (30 menit) dan saat pertandingan berlangsung.

Tim harus tiba di ruangan pertandingan 10 menit sebelum debat dimulai. Tim yang terlambat tidak mendapat tambahan waktu untuk melakukan persiapan di luar waktu persiapan (30 menit). Pertandingan debat akan dimulai setelah waktu persiapan (30 menit) usai, dan panel juri telah tiba dalam ruangan tersebut peserta lainnya menjadi penonton.

Jika tim gagal tiba setelah waktu persiapan usai, dan panel juri telah tiba, pertandingan debat akan ditunda selama 5 menit untuk menunggu tim tersebut hadir. Jika tim tersebut belum tiba setelah 5 menit, maka tim tersebut dianggap mengundurkan diri dari pertandingan debat.

4. Perhitungan Waktu
Tugas timekeeper adalah menghitung waktu bicara setiap pembicara. Penghitungan waktu dimulai saat pembicara memulai pidato. Waktu berpidato, antara lain:
- Pidato utama, 5 menit
- Pidato jawaban, 3 menit
Grand Final
- Pidato utama, 5 menit
- Pidato jawaban, 3 menit

5. Poin Interupsi
Interupsi dapat diberikan saat pidato utama disampaikan oleh pihak lawan, dimulai setelah akhir menit pertama hingga menit ke 4. Interupsi tidak dapat disampaikan saat pidato jawaban. Interupsi diindikasikan dengan anggota tim lawan yang berdiri dan mengacungkan tangan meminta kepada pembicara yang sedang berpidato untuk melakukan interupsi. Pembicara yang sedang berpidato harus memberikan respon pada tim lawan yang meminta untuk melakukan interupsi dengan pernyataan menerima atau menolak interupsi yang diajukan.

Jika interupsi diterima, maka interupsi harus berisi pertanyaan, klarifikasi, atau komentar yang disampaikan dalam 15 detik. Waktu pembicara yang sedang berpidato dan kemudian menerima interupsi tidak dihentikan selama interupsi disampaikan. Jika interupsi diterima, pembicara yang sedang berpidato harus merespon atau memberi jawaban atas interupsi yang disampaikan tim lawan dalam pidatonya.

6. Penalti
Tim yang menyerah dalam satu debat akan dianggap kalah. Tim lawan akan dianggap menang dengan skor atau nilai rata-rata. Adanya pelanggaran dalam peraturan ini akan dikenakan penalti oleh panitia. Penalti mencakup pengurangan poin margin, skor individual, tim skor dan diskualifikasi.

0 Comments